Pages - Menu

Rabu, 23 Agustus 2017

Ke Kantor Imigrasi: Bikin Paspor

Assalamualaikum!!!
Eh ngomong-ngomong tulisan ini saya buat tahun 2016 tapi mengendap begitu saja tanpa ada kejelasan publikasi. meh. Sebenarnya yang bikin saya malas buat lanjutin tulisan ini adalah cerita dramanya yang panjang (padahal cuma hal sepele). Biasalah... masalah drama administrasi dan mood orang beda-beda, yekan?.



Jadi buat kalian yang pengen bikin paspor tapi masih merasa bimbang karena... duh gimana nih nama di KTP beda sama di Akte Lahir... duh alamat di KK beda sama di KTP... dan duh duh lainnya yang bikin cenat-cenut, eits gak perlu suudzon duluan. Pastikan lampiran berkas yang diminta lengkap (terlepas dari seragam tidaknya data kalian) trus fotokopi semuanya dan semuanya (baik dokumen asli maupun fotokopi) harus dibawa saat hari foto dan wawancara.

Kalo kalian merasa terganjal karena ada dokumen yang datanya gak sinkron satu sama lain, saya akan tetap bilang: bawa semua lampiran berkas yang diminta lengkap dengan fotokopiannya (kalo perlu semua ijazah dibawa serta). Susun dengan baik lalu datang ke Kantor Imigrasi dan tunjukkan ke petugasnya. Staf di kantor imigrasi tuh baik dan beneran helpfull sama kita.
Menurut saya paspor paling butuh info soal kamu anak dari bapak siapa yang tinggal dimana. Itu kan tercantum di akta lahir, KTP, kartu keluarga, dan lainnya.
Saya dan dua orang teman saya, sebut saja A dan D. Kami bertiga sama-sama punya masalah dengan data yang tidak sinkron satu sama lain. Saya sendiri masalahnya ada tertulis di bawah ya. Si A dan D masalahnya ada banyak data yang tidak sama mulai dari nama di akta lahir yang beda dengan KTP, tanggal lahir yang tercantum beda, hingga D yang namanya malah tercantum di kartu keluarga om-nya. Bedanya A dan D adalah... kalo A dia ngurus penyamaan/sikron data identitasnya sampai ke tingkat kecamatan. Semua data diperbaiki mulai dari nama di kartu keluarga serta tanggal lahir. Semuanya disamakan sesuai akta lahirnya. Prosesnya lumayan lama sih. Setelah semua 'satu suara' barulah dia daftar online. Sedangkan D, dia malah gak ngurus penyamaan data apalagi surat keterangan (setau saya yah, ntar saya update lagi kalo ada info baru). Nih anak cuman ngumpulin berkas aslinya dari kampung trus daftar online trus ke imigrasi buat wawancara. Trus tau-tau namanya di paspor jadi tiga suku kata. Padahal nama aslinya cuman satu suku kata trus ditambahin nama bapaknya.


Drama bikin paspor
Kalo saya dramanya kayak gini: sudah kelar daftar online, sudah membayar di bank, trus tiba-tiba ingat kalo nama di akte lahir beda satu huruf dengan yang tercantum di kartu keluarga dan KTP.
Jadilah saya stres sendiri gara-gara ketakutan kalo nanti pas datang wawancara dokumen ditolak dan pembayaran dianggap hangus.
Saya coba tanya sama temen yang pernah urus dokumen paspor dan dia menyarankan agar saya menyamakan semua data yang dibutuhkan sama seperti yang dia lakukan dulu. Itu artinya saya mesti ngurus dokumen pribadi sampe ke tingkat kecamatan you know lah.
Sudah kebayang dong kesana kemari dari kantor lurah terus ke kecamatan trus ngantri lama banget di sana trus nunggu dengan penuh ketidakpastian kapan tuh dokumen kelar di sana. Semuanya demi si satu huruf itu. Ih males banget.

Setelah googling eh taunya saya cuma butuh Surat Keterangan Orang yang Sama yang dikeluarkan oleh kantor kelurahan setempat. Titik.

Seorang motivator pernah berkata bahwa apa yang kita takutkan nyatanya 99% tidak terjadi 
Keesokan harinya, pagi-pagi saya ke kantor lurah. Saya bilang kalo saya butuh surat keterangan dan langsung dibuatkan. Bahkan sempat diulangi dua kali karena ada poin yang dikoreksi. Jempol buat staf kelurahan di tempat saya. Setelah itu, semua berkas saya kumpulkan, cek ulang, difotokopi trus disusun berurutan.

Saya memisahkan berkas menjadi tiga bagian menggunakan paper clip: Pertama kumpulan berkas asli, kedua kumpulan fotokopian berkas, ketiga berkas pendukung (surat undangan wawancara, bukti pembayaran, Surat Keterangan Orang yang Sama, dan lainnya). Emang sengaja disusun serapi itu biar nanti mudah dicek oleh staf kantor imigrasi.

Keesokan harinya,
Saatnya berangkat ke kantor imigrasi yang berlokasi di Daya. Perginya mesti pagi-pagi karena jarak rumah saya ke Daya itu sekitar 15 km atau kalo Google Map bilang sekitar 40 menitan berkendara. Trus tau kan kalo ke kantor imigrasi itu harus pagi-pagi biar bisa dapat nomor antrian depan?.

Saya dapat antrian dengan kode C. Sementara yang dipanggil masuk wawancara hingga hampir satu jam adalah antrian kode A. Etdah, apa maksud ini? pagi-pagi ngantri tapi dapat kode bontot?. 

Ternyata nggak. Entah setelah berapa belas kode A dipanggil, tiba-tiba loncat ke kode C. Duh saya kayaknya salah kaprah mulu ye...

Pas lagi duduk di ruang tunggu saya perhatikan kalo yang bikin lama orang ngantri di tempat antrian untuk ngambil nomor wawancara itu ya karena orang yang di depannya. Ada orang yang baru mau nyusun dokumennya setibanya di depan petugas. Ada juga yang sibuk bolak-balik map dokumennya yang tebal untuk nyari berkas yang diminta petugas. Ada juga yang ditolak karena gak bawa salah satu dokumen asli (sebut saja KK asli) tapi gak mau keluar dari antrian karena terus bertanya alias nego, "yah gimana dong, Pak? yang asli masih otw dari kampung...", yang makin bikin orang di belakangnya makin ngantri lama.
Ada-ada saja, kan? hehe

Akhirnya nomor saya dipanggil tiba. Semua berkas dicek ulang antara data yang di formulir online dan berkas asli. Mbak petugasnya menemukan surat keterangan saya dan bilang kalo dia hampir tidak bisa melihat perbedaan nama yang dimaksud. Jadi, drama satu huruf saya kemarin tuh gak guna sama sekali karena semua proses pengecekan berjalan lancar. Petugas di ruang wawancara pun ramah dan tidak ada yang nyusahin. Semua ketakutan saya kemarin ternyata tidak ada yang terjadi. Hufff buat diri gue sendiri -__-

Oke. Selesai urusan. Syalalalala.

Tinggal menanti hari pengambilan paspor. 
Tapi sesuai saran temen saya, saya ngambil paspornya H+1 dari jadwal yang dikasih karena sudah pasti selesai dicetak, entahlah. Trus paspornya juga gak saya beliin sampul yang dijual di tempat fotokopian di situ karena saya pelit. Hahaha. Gak ding, ikut saran temen juga. Saya ngerasa kalo sampul paspor yang dijual di situ antara harga dan kualitas... mending saya beli yang sekalian mahal aja di luar... 

Sebenarnya di Makassar ada dua kantor imigrasi. Kantor satunya lumayan dekat dari rumah karena posisinya persis di belakang McD Alauddin tapi saya nggak ngurus di situ karena sebelumnya saya pernah ke sana untuk nanyain, "Pak ini gimana ya? saya kan daftar online tapi ternyata ada perbedaan... (and blablabla)" trus stafnya jawab dengan singkat, "ke kantor yang di Daya saja". Gak tau ah. Gak ngerti juga apa karena kantor yang satu itu baru resmi buka makanya belum siap terima yang daftar online atau gimana soalnya saya perhatikan banyak pendaftar yang isi formulir secara manual... ya gitu deh...

Oke akhir kata semoga bermanfaat 
Wassalam

Jumat, 03 Februari 2017

Playlist: My Most Played on 2016

Dear Pembaca,
Padahal hari ini niat sekali bikin postingan baru tapi Si Putih lagi kambuh resenya minta di-hard restart mulu (tombol power + volume Up ditekan bersamaan sambil di-recharge). Makanya saya nulis pendek saja dulu yakni daftar lagu yang paling sering diputar tahun kemarin. Cuss!
Ah, alasan! anu tahun lalu tapi publish-nya tahun 2017. Ckckck.

Againts The Current (ATC)
  • Dreaming Alone ft. Taka (One Ok Rock)
  • Chasing Ghost
  • Wasteland
  • Guessing
One Ok Rock (OOR), telat banget ya saya dengar lagu mereka hehe
  • Heartache
  • Good Goodbye
  • The Beginning
  • Bedroom warfare
OST. Our Times: 
  • Hebe Tien - Xiao Xin Yun (film Taiwan yang ughhh bikin perasaan nano-nano setelah nonton, ciyus!)
Craig Gallaghar: Stay 
Andrew Garcia: Crazy
Twice: TT
Es Nanas: Kunang-kunang
Rita Sugiarto: Tersisih
Keane: Somewhere Only We Know
Twenty One Pilots: Heathens
Boys Like Girls: Two is Better Than One
The Chainsmokers: All We Know

Ayaka: Mikazuki
Mika Nakashima: Yuki no Hana

Monkey Majik: 
  • ただ、ありがとう (Tada, arigatou)
  • 夢の世界 (Yume no Sekai)
  • dan banyak lainnya. Cek aja di Youtube.

Shuukaren: 
  • Universe
  • Tricky
  • Take A Shot! ft. PKCZ
Nichijou. Tapi yang versi paduan suara di film Have A Song on Your Lips (Kuchibiru ni Uta o) part after competition. 

Dan di detik-detik pergantian tahun saya nemu Keyakizaka46 ituloh yang masih satu produser sama grup 48.

Keyakizaka46:
  • Futari Saison
  • Silent Majority
  • Sekai ni wa Aishikanai
  • Shibuyagawa


Oke. Itu saja!
Makasih sudah membaca
bye bye!!!

Selasa, 08 Desember 2015

Favorite Sad Songs on My Playlist


Assalamualaikum! 
Here is my favorite sad song and i ordered it by the type of story not by the sadness "baper" level. 
But i guess, we are agree to put family story at the first melancholy story.
  • Ibu - Iwan Fals
  • Fly Away - Corinne May
  • Bila Waktu Telah Berakhir - Opick
  • Fine on The Outside - Priscilla Ahn
  • Disguise - Lene Marlin
  • Perjalanan - Fanky dan Jane
  • My Immortal - Evanescence
  • Iris - Goo Goo Dolls
  • Memories - Within Temptation
  • How Do I? - Lee Ryan
  • Ari Lasso - Lirih
  • Andai Aku Bisa - Chrisye
  • Broken Vow -  Lara Fabian
  • Satu Jam Saja - ST12

Which is the part that makes me sad from Ibu?
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang untuk aku anakmu...
Which is the part that makes me sad from Fly Away?
A whole song, i mean it. You have to read the whole lyric.
Autumn leaves fell into spring time and
Silver-painted hair
Daddy called one evening saying
"We need you. Please come back"
When I saw her laying in her bed
Fragile as a child
Pale just like an angel taking flight
I held her as I cried

Both song Bila Waktu Telah Berakhir dan Fine on The Outside tell about lonelyness (what will happen if i die?) while the rest were tell about lover problem, death, regret, betrayal, and so on.
These songs make me sad *exhale* ah guenya aja yang cengeng

This photo taken at Garden House Cafe


Senin, 07 Desember 2015

Recent Favorite Songs

Assalamualaikum! 

Hello everyone!
Recently, i always repeat these following songs
Maybe, one of the song i mention here is your favorite too :D

Lately i become Avex channel's stalker on Youtube. That channel introduced me to my favorite girl group ever named FLOWER. So, as you think... that most of my favorite songs today come from Flower. Why do i love that group so much? you'll find out on my next post ^_^ hehehe

Credit: www.generasia.com

  • Flower - Call
  • Flower - Flower Garden
  • Flower - Sakura Regret
  • Flower - Taiyou to Himawari ( translate: sun and sunflower)
  • Flower - Boyfriend (moonlight version)
  • Flower - Akikaze no Answer ( translate: the answer of autumn wind)
  • Flower - Hatsukoi (translate: first love)
  • Flower - Hitomi no Oku no Ginga (i always call it as Milky way)

  • Happiness - Boyfriend (sunshine version)
  • Happiness - Holiday
  • Dream - Konnanimo (translate: so much)
  • Mika Nakashima - Yuki no Hana (literally: snow flower, but i think it means snow flake)
  • AKB48 - Green Flash
  • Corrinne May - Fly Away (this song is so sad, the saddest ever. Bcos the lyric is about... T_T ah i wanna cry even remember the lyric)
  • Boys Like Girls ft. Taylor Swift - Two is Better Than One
  • Ayu Tingting - Sambalado
  • Isyana Sarasvati - Tetap Dalam Jiwa (i guess, i hear this song everywhere :D)
  • Jessie J - Flashlight

 **********
Ok then
Thank you for reading and have a nice rainy weekdays :p
Wassalam


Sabtu, 05 Desember 2015

Report: Acne Scars Journey

Assalamualaikum!
Halo teman-teman ^_^

Sudah lama saya gak ngeblog, etapi kalo lagi weekend begini jadi mood pengen nulis segala macam. As the title said saya mau buat laporan tentang kondisi wajah terakhir saya setelah review ini yang mana ulasannya sudah sekitar setahun yang lalu.  

Saya niat bikin laporan ini karena di tempat saya magang keseringan dengar kata laporan-deadline-laporan-minggu depan sudah harus dikumpul-bantu kerja laporan ya. Tapi cuman dengar, ngerjainnya nggak xixixi *smirking. Sebenarnya pun saya gak ada persiapan buat laporan ini karena fotonya kurang banyak dan ala kadarnya, namun saya rasa cukup mewakili kok lha wong cuma satu bulan aja yang mau diulas ihik.

Sebelum masuk ke produk, saya mau ngasih liat dulu kondisi terakhir wajah saya pas akhir bulan Desember dimana saya sudah selesai menggunakan serum OST. Bisa dilihat di foto kalo bekas jerawat saya masih mencolok. Padahal ini sudah termasuk pudar lho kalo saya bilang. Bisa dibayangkan dong betapa tidak pedenya saya keluar rumah tanpa bb cream saat itu dengan kondisi wajah bak macan tutul selama itu? 

Foto saat akhir Desember

Nah, foto di bawah ini saya ambil pas akhir bulan Januari tepat sehari sebelum saya menggunakan Paula's Choice 2% BHA Liquid (selanjutnya mari kita singkat penyebutan produk ini dengan sebutan PC aja ya). Antara foto pertama dan kedua memang warna kulit saya terlihat beda. Hal ini dikarenakan perbedaan pencahayaan di musim penghujan dan sudut pandangnya. Kadang mendung banget kadang cerah. Makanya warna kulit saya jadi tidak konsisten saat di foto.

Foto akhir Januari

Away better, huh? \^.^/ 
Emang lebih baik sih di situ. Saya akui kalo bekas jerawat di wajah saya jauh lebih baik daripada sebelumnya dan wajah saya jauh lebih cerah dan terasa lembap yang sehat. Apa ya namanya? Hydrated as well? Senang deh! Meskipun kerikil-kerikil komedo putih yang tersebar di seluruh wajah masih ada arrrghhh paling tidak mereka jadi lebih jinak. Maksud saya, isi komedonya jadi lebih gampang dikeluarkan dan tidak sekeras dulu yang beneran kayak biji beras iuhhh

Hafsah pake apa saja selama satu bulan itu setelah menggunakan serum OST? 
hmmm kasih tau gak yah? hehehe 

Kalo rutinitas produknya sih saya pake yang itu-itu saja karena sudah cocok seperti cuci muka dengan sabun pencuci yang sama terus Hadalabo Tamagohada lanjut toner The Body Shop Tea Tree Toner

Dan tahap terakhir nama produknya Sulwhasoo Herb Clinic Restorative Ampoule dan Elisha Coy Ice Herb Whitening Water Drop
Waktu serum OST saya habis, saya kembali ubek-ubek isi laci kali aja dapat sesuatu yang bisa dipake sebagai pelembap atau skincare untuk sementara waktu sampe saya nemu skincare incaran utama si PC ituh sebab nyari PC yang ukuran 30 ml dan yang ready stock tuh gak gampang ya. Trus, dapat deh beberapa sachet Sulwhasoo ini. Saya baru ingat kalo dulu sebelum pake serum OST saya pernah pake Sulwhasoo ini tapi cuma beberapa sachet dan gak ngefek waktu itu. Makanya saya langsung fokus pake serum OST saja.

Sulwhasoo yang ini punya aturan pakai tersendiri dimana penggunaannya cuma boleh digunakan selama lima minggu. Jadi, setiap malam cuma boleh 1 ml saja atau per-sachet gitu. Sedangkan stok yang saya punya cuma cukup sampai dua minggu saja. Pas sachet-sachet saya sudah hampir habis, saya menghubungi kembali penjual yang jualin ini buat restok. Tapi memang benar; dunia tak seindah yang saya duga... stoknya pada habis di semua tempat langganan saya. Ada sih penjual yang lain cuman saya selalu was-was kalo ketemu sama pedagang baru. Mana lebih mahal (10k/sachet) dan belum tentu terpercaya.

Baiklah daripada kemahalan dan was-was begitu mending saya ke tempat belanja online langganan trus cari produk yang bisa disubtitusi dulu sembari saya masih setia bersabar ikhtiar mencari PC incaran saya. Kenapa sih kayaknya ngotot banget nyari PC? Kan susah carinya, mahal pulak! Jawabnya ada di tulisan selanjutnya ya hehehe.

Kemudian saya cari produk sampel yang mengandung kata herb juga. Saya sebenarnya punya ekspekstasi tinggi terhadap produk premium dan mengandung kata herb. Entahlah... saya ngerasa lebih 'click' aja. Ketemulah saya dengan sampel Elisha Coy padahal sebenarnya subtitusi dari Sulwhasoo Herb Clinic ini adalah The History of Whoo Bichup Ja saeng Essence.

Kenapa nggak yang itu saja kan sama-sama produk premium? lagian Ja saeng banyak yang jualin... 
Guys, namanya juga sudah 'Click', apa mau dikata?

Pertimbangannya waktu itu apa ya? lagi-lagi lupa Kalo ndak salah pertimbangan utama saya adalah ingredients ... Sulwhasoo silakan klik dan THW belum nemu. Saya memang KEPO untuk urusan apa saja yang akan saya lekatkan pada kulit saya. Tapi saya tetap hargai kok 'rahasia dapur' THW :)

Selama pemakaian dua minggu Sulwhasoo saya cuman bisa bilang: suka banget sama produk ini. Saya suka dengan teksturnya yang gel tapi agak kental, yang lumer kalo sudah digosok-gosok ditangan trus diratakan di wajah rasanya segar. Trus aroma herbalnya bikin rileks. And guys, hasil yang diberikan gak mengecewakan. Persis seperti klaim di situs resminya. 


FIVE STAR RATE  

Lanjut ke Elisha Coy. Saya lupa pernah beli berapa sachet... tapi seingat saya dalam satu sachet bisa 3 - 4 kali pemakaian gak kayak Sulwhasoo yang satu sachet permalam. Pokoknya saya nyesel deh kenapa gak beli banyak waktu itu T_T padahal tekstur, efek, dan aroma rileksnya sama saja dengan Sulwhasoo tapi EC ini harganya masih lebih murah dan ada sensasi dingin segar bukan digin menyengat lho ya. Cuman selama pemakaian yang kurang dari dua minggu itu belum menunjukan klaim whitening. GPP ah, yang penting wajah saya terhidrasi jadinya terpancar aura sehat dan segar dari wajah. Dududu.

Makasih Ya Allah sudah mempertemukan saya dengan kedua produk cetar bertekstur gel ini dalam bentuk sachet >.<  dan big thanks to skincare  from South Korea terutama untuk merek premium yang sudah repot-repot masukin produk premiumnya ke dalam sachet.... namanya juga marketing... apalah namanya itu pokoke saya senang sekalikkk ^.^ karena harganya  yang full size tuh mehong cyin. Coba aja diklik keterangan gambarnya.
Final result
Better skin texture as 
it's worked well on whitehead and my acne scars
I have healthy, glowing, and hydrated skin
and plumpy 
Both have relaxing fragrant

But
The full size is pricey 
and the sample hard to find (at that time)

Overall
Worth to try

Have a nice weekend



**********

Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya yang membahas Paula's Choice Skin Perfecting 2% BHA Liquid dan beberapa kesimpulan pribadi saya setelah mengalami purging...

Bye bye and wassalam


Sabtu, 29 Agustus 2015

[Favorite on Youtube] : Lagu Cover

Haiiii!

Assalamualaikum!!!


Entah sejak kapan saya keranjingan nonton Youtube untuk tayangan yang lebih variatif. Lebih dari sekedar belajar dandan dari kanalnya mbak Michelle Phan ataupun ngunduh video terbaru Big Bang. Itu dulu banget. Mungkin sekitar tahun 2010 ngikutin Big Bang setelah itu saya lebih banyak tongkrongin laporan praktikum... pelototin ikan... kepoin kehidupan si rajungan... ah sudahlah. Bodo amat.

Sekarang sih kayaknya tiada hari tanpa nonton yutub, tapi dilema juga karena boros kuota internet T_T alasannya karena males nonton tayangan tipi T_T 

Kali ini pilihan saya emang banyakan dari Barat yah karena faktor audiovisual gitu. Suara? enak di telinga, improvisasi nada dan aransemen versi mereka? banyak yang bagus, bahkan MVnya 'niat' banget.

Berikut adalah daftar lagu cover Youtube favorit saya berdasarkan audiovisual ya. Enak didengar dan enak dilihat.
Cekidot!

Kurt Hugo Scheider
First of all, saya mau menyebutkan kanal (channel) terfavorit saya di yutub. Kurt Hugo Scheider. Di sini saya menemukan dan mulai tau penyanyi-penyanyi kece di yutub ternyata ada ba-nyakkk. Kurt sendiri bukan penyanyi melainkan seorang produser musik dan filmmaker dan tidak jarang juga dia muncul di videonya sambil main alat musik. Jadi yah wajar saja kalo MV penyanyi cover yang berkolaborasi dengan Kurt kualitasnya kece-kece kayak MV penyanyi papan atas. 



Next!

Stay High - Tove Lo
Ada dua versi cover yang saya suka. Pertama versi Chrissy Costanza dan kedua Madilyn Bailey & Alex Goot

Versi pertama yaitu Chrissy Costanza. Kalo dengar yang versi ini, mood lagu sepertinya marah. Apa mungkin karena tipe suara Chrissy yang berbanding terbalik dengan keimutan wajahnya?



Sedangkan versi Madilyn Bailey ft. Alex Goot nuansa lagunya lebih galau, gundah gulanah, pasrah, putus asah



Just A Dream - Nelly
Versi Sam Tsui & Christina Grimmie (masih dari kanalnya Schneider >.<) lagu yang ini enak di kuping saya. Saya emang lebih doyan dengar lagu cover yang duet kayak gini. Yeah. 



Irish - Goo Goo Dolls
Versi Hannah Trigwell yang ini bikin meleleh perasaan dan air mata *eh*


Counting Stars - OneRepublic
Lagu yang satu ini moodbooster banget baik versi cover maupun yang aslinya


Heart Attack - Demi Lovato
Versi Sam Tsui & Chrissy Coztanza




Nah kalo yang berikut ini lagunya di-cover cuma pake alat musik. Enak deh dengarnya sebelum tidur ^_^ dan sejauh ini The Piano Guys ini kanal andalan saya di Youtube untuk menikmati lagu-lagu instrument sekaligus MV-nya yang memanjakan mata. Sukak bingits!

Don't You Worry Child - Swedish House Mafia



Titanium/Pavane - David Guetta/Faure





**************************


Well, beberapa lagu cover yang sudah saya sebutkan di atas merupakan lagu cover yang saya favoritkan. Sebenarnya masih banyak yang saya suka seperti Boyce Avenue dan Maddi Jane, tapi yang di atas tadi yang paling sering bikin saya bolak-balik nontonnya.




Saya sering nemu komentar-komentar yang tidak jarang berujung pada perdebatan yang tidak jarang pula arah pembicaraan jadi ngelantur sampai ke luar angkasa dan ada pula yang membanding-bandingkan objek yang tidak setara. Tidak jarang. Banyak.

Yah namanya juga fans -___- apa pun dilakukan biar idolanya tiada tandingan di matanya. Fiuhhh.
*sekian curhatnya *saya sih maklum aja

Anyway, ada juga lagu yang banyak dinyanyikan ulang oleh orang lain tapi saya belum nemu yang sama bagusnya dengan versi lagu aslinya yaitu Love Me Like You Do oleh Ellie Goulding dan lagu lawas populer Yuki no Hana oleh Mika Nakashima karena menurut saya ada lagu tertentu yang membawa rasa (feel) tertentu jika didengar dan "rasa tertentu" itu hanya bisa disampaikan oleh tipe dan teknik vokal tertentu.

Sudah dulu ah. Kepanjangan soalnya.

Ini favoritku, mana favoritmu?


Jumat, 10 April 2015

New lullaby

http://alohafsah.tumblr.com/post/116033770247/listening-to-fine-on-the-outside-by-priscilla-ahn

Lagu ini merupakan soundtrack dari anime Jepang When Marnie was there (Omoide no Marnie, klo gak salah)

Senang sekali nemu lagu ini di youtube secara random. Pas dengar lagunya yang mendayu-dayu... hmm kayaknya cocok dijadikan lagu pengantar tidur. Dan emang bener sukses bikin saya ngantuk hehehe

Kamis, 13 November 2014

Review O.S.T Vitamin C20 Serum

Holaaaaa
assalamualaikum!!!

Rasanya capek juga nggak bikin tulisan apapun ya? *bingung* Lebih baik saya nulis apa saja daripada apa saja saya pendam di dalem ati n pikiran. Ntar yang ada beban pikiran tambah berat dan berat badan naik gara-gara beratnya di pikiran, bukan di dosa atau di perut... abaikan!

Okeh para pemirsah yang budiman dimanapun kalian berada...saya sebenarnya ngarep kali aja ada yang baca tulisan ini saya mau cerita dikit tentang produk perawatan wajah saya lama sebulan lebih ini yang ditujukan untuk masalah bekas jerawat. Namanya agak panjang tapi tersohor banget. Sebelumnya mohon maaf kalo foto-foto saya rada noise soalnya pake kamera hape 5 MP. 

Nih kenalin...
Namanya O.S.T Vitamin C20 Serum nama panjangnya silakan lihat di dus berasal dari Korea. Alhamdulillah, emang bener dari Korea dan jelas asal-usulnya. Dulu waktu masih terjebak di jaman jahiliyahnya saya, saya pernah pake serum katanya dari Korea, tapi tulisan kemasannya pake huruf kanji semua dan minim info, website resminya aja gak ada... trus pernah juga pake (katanya) cairan pemutih, setelah ngeh, eh itu aer alkohol diwangiin. Pantesan ini pipi kering kerontang #curhat

Sebelum pake serum ini, saya pake Vitacid (asam vitamin A/tretinoin). Pas masa peralihan produk, wajah saya diistirahatkan dulu tiga hari. Takutnya nanti ada reaksi yang tidak diinginkan. Jadi, selama tiga hari itu saya cuma pake toner tea tree.

Alasan beralih ke serum ini murni karena pe-na-sa-ran gegara banyak yang review positif dari mancanegara maupun tanah air. cieehhh. Saya penasaran seberapa ampuh vitamin c ini dibanding vitamin a dalam menyelesaikan kasus bekas jerawat saya yang asli bikin minderrrr...
Nasiiibbb nasiiib punya jari-jari gatal -___-
 




Serum ini dikemas dalam botol kaca gelap, dilengkapi penutup botol berpipet, dan ditaruh dalam dus yang tebal. Beneran tebal... sampe sekarang kagak penyok lho itu padahal botol serum ini saya simpan terus dalam dusnya trus dimasukin ke kulkas. Kadang ngerasa kalo luar dusnya kayak lembab gitu, tapi bagian dalam dus tetap kering.Isinya 30 ml, tapi saya sudah pake selama lima mingguan baru habis setengah botol ^_^. Di dusnya diinstruksikan cara pake yaitu dua sampe tiga tetes, tapi saya pakenya sepipet hehehe biar sisanya ta'oles di punggung tangan sama jari kaki, yeahhh 



Cairan serum ini berwarna jingga dan bening (transparent), aromanya kayak jeruk manis, dan setelah dipake di wajah ada sensasi tingling beberapa detik dan kadang terasa lengket. Semoga kalian ngerti maksud saya... 

Cairan serum ini licin saat pertama kali diteteskan ke tangan dan diaplikasikan ke wajah. Sesaat kemudian baru terasa lengket.

Mari kita tengok daftar komposisinya...
Berbahan dasar air dan ascorbic acid (setau saya, ini nama kimianya vitamin c).
Ada alkoholnya, mungkin sebagai pelarut karena saya tidak merasakan adanya sensasi nyess ala air alkohol umumnya. 
Menurut saya, bahan serum ini bagus-bagus ya... ada vitamin c, vitamin b3 (niacinamide), vitamin e (tocopheryl acetat), dan ekstrak tanaman.



Keterangan cara penggunaan, cara penyimpanan, dan lainnya

Pas saya liat riwayat penelusuran kata kunci O.S.T Serum ini, kok masih ada yang nanya cara pakenya ya? padahal kan sudah tercantum jelas di kemasannya... Cuci muka >> Toner >> Serum ... optional aja kalo mau tumpuk lagi dengan krem malam. 
Saya sendiri biasanya, serum dituang ke telapak tangan trus tangan digesek-gesek sampe hangat trus dioles ke wajah dan leher. Dan kalo lagi males pake dua tangan, kadang saya cuma tetesin serum secukupnya di ujung jari tengah trus di tap-tap ke wajah sampe rata.    

Oke, sekarang saatnya siap-siap saya mau ngasih liat perubahan yang terjadi selama sebulan pemakaian. Saya mesti siap mental pamerin pipi yang sudah kayak macan tutul gara-gara mencetin komedo. Iya, komedo. Bukan jerawat. Muka saya tiba-tiba jadi comedo prone (rawan komedoan) setelah treatment Vitacid.

Bagian dahi
Beginilah bagian dahi saya. Bagian ini yang jerawatnya paling ogah minggat. Tapi sebenarnya serum vitamin c ini saya gunakan untuk memudarkan bekas jerawat saja. Kalo ada manfaat lainnya sih alhamdulillah ya... kalo ada.
Bisa diliat perbandingan dari foto-foto di bawah. Noda bekas jerawat, kemerahan, sama fresh acne scar mulai jinak selama sebulan lebih. Kalo dari fotonya, seperti tidak ada perubahan tapi beda lagi kalo dielus-elus. Sudah mulai rata. yiihaaaa >.<


Bagian pipi
Kondisi bagian pipi mirip-mirip sama bagian dahi. Cuman di pipi lebih parah whitehead - komedo putihnya. Dulu sebelum pake toner tea tree, raaaajiiiiin banget pejet-pejet nih pipi. Komedonya bikin gemes. Sekali elus pipi serasa nih pipi banyak kerikilnya. Saya kira efek mencet komedo tidak sama kayak mencet jerawat ternyata... lebih heboh noda bekas komedo daripada jerawat.
 
bagian pipi kiri

bagian pipi kanan

Kesimpulan selama pemakaian 5 minggu:
  • Memudarkan bekas jerawat
  • Belum cukup melembabkan
  • Belum cukup mencerahkan seluruh wajah
  • Agak mahal IDR 250K (tergantung tempat belinya)
Meski menurut saya serum ini belum cukup melembabkan wajah saya hingga detik ini, saya tetap akan pake sampe habis dulu dan rencananya saya pengen lengkapi pemakaian serum ini dengan crema malamnya.

Oke. Sekian dulu laporan salah satu produk skincare saya. Produk skincare yang lainnya nyusul ya.
Wassalam ^_^

 
Update
Akhirnya lagi mood buat ng-update >.<

Ternyata benar dugaan saya;
  • Serum ini habis dalam dua bulan (emang seharusnya cuma dua bulan sih) jadi jatohnya 125K/month, masih mahal ya? eh?
  • Di hari-hari terakhir masa penghabisannya, wajah mulai lembab (tapi dikit), makanya tingkat kecerahan wajah segini-gini aja.
  • Alhamdulillah, bekas jerawat yang tadinya kayak pulau-pulau besar berangsur nyusut ukurannya
anyway, saya pernah punya pengalaman insidentil dengan serum ini. Tapi, karena sifatnya insidentil makanya saya gak punya foto before & after <<< takut dibilangin no photo = hoax

Kejadiannya waktu saya ikut Emak ke Makale, Tana Toraja yang suhunya brrrrrr >,<. Jadi saya bawa krim tangan biar tangan saya gak semakin kering. Saya pake krim tangan dari *BS varian almond. 
Saya gak cuma pake untuk tangan tapi kaki juga hihihiii... Beberapa jari kaki kanan saya ada yang kulitnya kasar dan terkelupas dan sudah lama kayak gitu kondisinya *nangis*

Nah, sebelum tidur kan saya templokin serum dulu di muka dan biasanya masih ada sisa serum yang lengket di telapak tangan trus ta'oles diratakan sampe punggung tangan, selanjutnya pake krim tangan yang cara pakenya sama kayak pake serum: keluarkan krim secukupnya ke telapak tangan trus kedua telapak tangan gesek-gesek sampe hangat, setelah itu baru diusap secara rata di punggung tangan dan... jari-jari kaki...
Setelah itu, pasang kaos kaki dan tarik selimut... oyasuminasai!

Paginya saya gak terlalu perhatiin kaki saya jadinya kayak apa... tapi pas dielus-elus, kok halus? waktu saya perhatikan di tempat yang terang, emang kondisi kulit jari kaki saya yang tadi malemnya masih kasar-tebal-terkupas pagi ini jadi halus. Bagian kulit mati yang biasanya 'agak tanggung' buat 'bersihkan' tiba-tiba jadi rata. Di situ saya kadang merasa hepi T.T

Ternyata kombinasi krim tangan almond dan serum ini works well on me... ah senengnya, padahal kemaren-kemaren sempat intens pake krim kaki tapi ndak ada perubahan. Sama halnya waktu masih single use antara sisa serum di tangan yang dioles di kaki dan krim tangan almondnya yang ta'oles juga di kaki... gitu-gitu aja -____- emang harus dikombinasi, itu menurut jari kaki saya.... gak tau ya kalo menurut jari kaki orang lain

Saya: Bagusmi jari kakiku waktu sa campur serum sama krim tanganku 
Pacar: Kenapa ndak qta pake juga ke muka ta itu?
Saya: *keluarin taring* rrrrrrrggghhhhrrr





Selasa, 28 Oktober 2014

Playlist of The Month




Virzha – Aku Lelakimu
Magic – Rude
Fatin – Semua Tentangmu
AKB48 – Kokoro no Placard
Ariana Grande – Problem
Demi Lovato – Heart Attack

Top Played:
Miwa – Hikari (semua versi)
Phillips Phillips – Gone gone gone (lagunya bikin semangat)
John Legend – All of Me
Justin Timberlake – Mirror
Within Temptation - Memories (bergenre gothic)

Top Played from Drama Soundtrack
Rich Man Poor Woman: Miwa – Hikari
Marumo no Okite: Maru maru Mori mori
Dragon Zakura : Melody
Inuyasha: Do As Infinity - Fukai Mori
Endless Love: Gi Do (Prayer)

Selasa, 16 September 2014

*setor muka*

Terakhir post di bulan Juni...

Juni...

Juli...

Agustus....

Today, September...

Assalamualaikum!

Sudah tiga bulan saya tidak curhat di sini. Yah begitulah. Pemalesan dipelihara *sigh*
Kenapa malas? 
Karena laptop baru bisa nyala kemarin
alhamdulillah kemarin baru kesampaian beli cas laptop lagi 
lagi? iya. ini yang kedua kalinya saya beli cas laptop 
yang pertama karena hilang, yang kedua rusak <--- hebat kan? *dilempar sendal*

Berhubung ini adalah post pertama setelah cuti dari kemalasan (?) jadi saya mau ngobrol ngalor ngidul saja... yah... like always

well, laporan mengenai perkembangan jerawat nanti saya tulis. Mesti siap mental dulu. huh hah huh ha!
Sebenarnya selama berbulan-bulan tidak nulis curhatan itu rasanya kayak susah be-a-be gituh. Rasanya tidak plong, ya kan? ya kan?

Dan selama berbulan-bulan itu saya mikir terus, nanti kalo sudah bisa ngeblog lagi mau nulis apaan ya? nggg... nulis kisah kesabaran melawan jerawat... kisah para penyinyir di musim pilpres... kisah berkah di bulan puasa... hingga kisah obat tidur mujarab yang terlupakan...
Banyaklah pokoknya!
Cuman ya gitu... selama berbulan-bulan tidak berlatih menulis saya jadi mati gaya lagi seperti sedia kala.
*fiuh*  

Para Pembaca yang budiman, sebagaimana yang pernah saya bilang, bahwa saya masih *tutup muka* nganggur *malu*. Jadi, saya cuma di rumah saja. Ketemu teman-teman pun jarang baik face to face maupun face to screen (chattingan). Jadi, saya emang jarang ngobrol sama orang. Tapi saya punya tempat curhat utama. Tuhan.

Membiasakan diri mengutamakan curhat ke Tuhan bisa mengurangi "aktivitas buruk lidah yang tidak penting"
Yang tadinya tukang gosip, tukang ghibah, tukang hujat, tukang mencela, dan sejenisnya bisa sedikit demi sedikit berkurang
Yang tadinya mau nge-ghibah sama Tuhan, yang ada malah mendoakan orang yang di-ghibah-in
hehehe
Yang tadinya pengen gosipin orang di medsos, yang ada malah ngerasa malu



Nah, semakin tidak jelas arah pembicaraan saya, kan?
hahaha

yasud, eike mau istirahat dulu
 oyasumi ^^

wassalamualaikum






Selasa, 10 Juni 2014

Laporan singkat: Lagi² jerawat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ^_^
Hola hola...

Yep laporan singkat akan saya mulai.... jrengjrenggg

Kesimpulan untuk saat ini sejauh pengamatan saya adalah saya melihat grafik yang garisnya naik turun
Bisa jadi karena saya sudah bosan puasa maem snack. Itupun maemnya gak membabi buta lho. Ala kadarnya saja, yang penting sudah terasa manis di lidah.

Dan ditambah jam tidur yang suuuuuuusaaaaah sekali bobok di awal waktu.
Bisa jadi itulah yang menyebabkan progress yang saya lakukan akhirnya jalan di tempat. Biar kata saya mau treatment pake produk apapun, tapi perawatan dalam tubuh sendiri saya ogah-ogahan... ya sudah... gitu² aja grafiknya... gak bakalan sembuh nih jerawat sampe kapanpun
Eh iya, karena sudah desperate sama minyak jintan hitam... saya gak semangat lagi minum 4 kapsul perhari... saya turunin ½ dosisnya

Iya... iya... saya tau...
Mengobati jerawat itu hitungannya berbulan², bukan hari.

Oke
Sampe jumpa di next short report
Byebye

Hafsuminasai
 
Wassalamu alaikum wr. wb.

Minggu, 08 Juni 2014

Tanggal 9 bulan 6 tahun 2014: (masih tentang jerawat?

Salam keceriaan dulu
Assalamualaikum warahtullahi wabaraka~~~tuh ^O^

Dear minna-san
untuk yang kesekian kalinya saya mau reporting my acnes healing progress

Pas bangun tidur trus megangin jidat... alhamdulillah sudah gak kayak megang parutan ↖(^▽^)↗
Tonjolan² jerawat mulai mengecil dan kalo dipegang tidak seekstrim kemarin²
Pipi pun begitu. Meski masih ada satu tonjolan kecil dan nyutnyut kalo disentuh.
Rahang saya masih seperti parutan halus -_- entah apaan itu... gerombolan kayak biang keringat di sepanjang rahang

Baiklah, saatnya saya menyampaikan sudah saya apain aja nih muka sejak kemarin. Cekidot.
◆ Saya kemarin gak puasa ganti dan hari ini puasa ganti lagi.
◆ kemarin pagi sarapannya masih ditemani teh hijau dengan tambahan madu.
◆ kemarin kondisi jerawat dan bekas²nya warnanya rata: pink. Dan masih gak enak diliat sampe emak dan bapak saya khawatir ngeliatnya.
◆ kemarin cumuk pagi hari pake sabun jf sulfur trus saya lanjutkan pake sulfurnya sariayu. Begitu sensasi semriwing hilang. Saya bilas pake air biasa kemudian pake pelembab jeruk dari sariayu 
◆ setelah itu saya ngaji dan bercucuran keringat. Oia, dua hal yang bisa bikin saya bercucuran keringat dalam waktu singkat: shalat dan ngaji. Syukurlah kalo gitu saya gak mesti lari² sore untuk sekedar mengeluarkan keringat
out of topic oooppsss
◆ siangnya, setelah dhuhur saya janjian sama teman saya mau nyalon. Ceiileehh gaya padahal cuma mau creambath hihihi.
Saya pake pelembab yang lebih tinggi kadar tabir suryanya trus dilanjutkan pake bedak two way cake (Twc) ← saya bandel kan? Seharusnya kalo lagi jerawatan pakenya bedak tabur, tapi saya enggak. Etapi twc yang saya pake daya tutupnya ringan lho. Percayalah saya masih punya rasa malu untuk pamer²in jerawat yang banyak banget kayak gini. Makanya butuh sesuatu yang bisa menyamarkan mereka tapi sifatnya ringan. Huhuhu
Kalo pake bedak tabur, masih keliatan banget jerawat saya.
◆ sore, sebelum pulang ke rumah, saya makan coto dulu. Wooohoooo i love you coto! Pake sambel sih dikit. ← cheating lagi deh -_-
◆ saya sempat beli air kemasan yang ada kandungan oksigennya. Rencananya mau saya minum dikit sama ehm... dipake buat cumuk. Rencana awalnya sih mau saya bikin facial mist tapi belum punya botol semprotannya. Buat facial mist sendiri ala saya hehehe... soalnya belum cukup duit kalo mau beli semacam evian atau avene soalnya.
Saya juga beli susu pembersih dan toner viva varian lemon. Merek Viva sendiri saya pilih karena dari hasil baca² pengalaman orang lain mengatasi problem bruntusan/jerawat mereka dimana Viva ini masuk dalam daftar perawatan kulit mereka. Saya ngikut pake deh
◆ malamnya sebelum tidur saya maskeran pake masker beras buatan saya tapi saya tambahkan jus wortel+tomat+madu. Jus itu saya bikin emang untuk diminum dan sengaja saya sisakan sedikit untuk ditemplokin ke muka.
Bilas masker pake air keran sampe bersih setelah itu saya bilas dikit pake air oksigen. Seger lho. Hahaha
Manteman silent reader dimanapun kalian berada, saya mulai merasa bahwa jerawat keroyokan ini adalah bagian dari purging yang harus saya lewati.
 
Pertumbuhan jerawat di wajah saya muncul tiba², datang silih berganti dan perkembangannya segitu-gitu saja. Ada tahap matang kemudian mengering dan kempes.

Hanya saja kalo wajah saya keseringan lembab atau basah... kembali lagi deh si jerawat yang tadinya kering, kembali ke keadaan semula: menyebalkan!

Ya sudahlah...
Sekian dulu 

Wassalamualaikum wr. wb

My archive

Blogger news

Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot